Thursday, 29 January 2009

Allah ???

Allah ????
Sesungguhnya di dalam diri seorang manusia terdapat satu fitrah, dimana dirinya merasa lemah dan terbatas, sehingga membutuhkan sesuatu yang lain yang dianggap lebih dari dirinya. Inilah yang dinamakan “Naluri mensucikan sesuatu/Naluri beragama”

Orang Atheis sekalipun ketika terhimpit satu bahaya, misalnya dia melihat sesuatu yang akan sangat membahayakan dirinya, dia pasti akan berucap
“Oh GOD”. “Oh Tuhan”

Kita juga melihat bagaimana kisah-kisah orang terdahulu yang mencari sesuatu untuk memenuhi Naluri beragamanya ini. Kita bisa membaca kisah Nabi Ibrahim yang mencari Tuhannya, Pada awalnya Ibrahim berfikir bahwa Tuhannya adalah “Matahari”, karena ia melihat Matahari merupakan raja yang menguasai bumi, menyinari seluruh jagat dan memiliki arti penting dalam kehidupan. Tetapi ketika malam tiba, matahari terbenam/hilang dari penglihatan, ketika itu pula Ibrahim mengambil kesimpulan lain, bahwa Tuhannya adalah “Bulan”, dimana bulanlah penerang jagat di malam hari dan penuh dengan kekuasaan. Sampai ketika pagi hari Ibrahim melihat bulan yang dikiranya sebagai Tuhan ini hilang ditelan waktu. Kedua hal ini telah memberikan kesimpulan baru bagi Ibrahim bahwa Matahari dan Bulan, bukanlah Tuhannya. Sampailah ketika Nabi Ibrahim menerima firman/wahyu Allah bahwasanya TuhanNya adalah Allah yang Esa/Satu.

Bersyukurlah kepada Allah yang telah menjadikan kita lahir dari orang tua yang beragama Islam. Sehingga kesempatan ini, sebenarnya merupakan poin lebih bagi kita untuk lebih awal menemukan Tuhan/Pencipta kita, yakni Allah SWT. Kesempatan ini pula yang akan lebih mendekatkan kita kepada surgaNya Allah, karena semata kita telah memeluk satu-satunya Agama yang diridhoi Allah SWT.

Berbeda dengan teman-teman kita yang lahir dari seorang kafir, dimana mereka harus menempuh satu langkah awal untuk berislam terlebih dahulu tanpa perantara orang tua yang muslim.
Hal ini akan sangat sulit bagi teman-teman Kristen kita , kecuali mereka mau bersikap netral dan tidak arogan seraya menggunakan akalnya dan berfikir bahwa dogma-dogma yang mereka terima selama ini tentang konsep ketuhanan adalah tidak masuk akal alias “non sense”. Pada consili Nicea tahun 325 SM, orang-orang terdahulu mereka mengangkat Isa As / Yesus sebagai Tuhan. Celaka besar, mungkinkah status Tuhan adalah hasil musyawarah manusia yang notabene adalah ciptaan Tuhan. Selain itu, kalau mereka mengangkat Yesus sebagai Tuhan pada 325 SM, siapakah yang menjadi Tuhan sebelum tahun tersebut, dan siapa yang menciptakan segala sesuatu sebelum tahun 325 SM tersebut?? Nabi Isa As, sendiri tidak pernah mendeklarasikan diri sebagai Tuhan, tetapi ia hanyalah hambaNya yang diutus untuk menyampaikan risalahNya. Belum lagi Konsep Ketuhanan Trinitas yang mereka dogmakan, yang sampai saat ini saya juga tidak pernah mengerti hal tersebut.
Bagi manusia Atheis (tidak mengakui adanya Tuhan), Mengimani keberadaan Allah yang Esa sesungguhnya sangatlah mungkin bila saja mereka mau berfikir akan kejadian dirinya, fenomena alam dan hal lain dalam kehidupannya. Mungkinkan detak jantung setiap manusia di bumi ini tidak ada yang mengatur, padahal jika hal ini dikatakan suatu kebetulan saja atau suatu proses alami dalam tubuh saja, maka sesungguhnya “sangat naif”. Mungkinkah bulan dan matahari setiap harinya secara kebetulan saja tidak pernah berbenturan dan terbalik? Mungkinkah indung telur ibu yang besarnya hanya 1/5 butiran pasir dapat menjadi seorang makhluk hidup yang bernama manusia? Mungkinkah 250 trilyun galaksi --dimana didalamnya terdapat planet-planet serta benda langit lainnya-- yang ada di jagat raya ini secara otomatis berjalan di orbitnya tanpa takut bertabrukan? Mungkinkah warna-warni dan aneka rasa buah terjadi karena kebetulan dan sekedar proses alami tanpa campur tangan sesuatu yang lain? Sesungguhnya mereka (orang Atheis) hanyalah sombong untuk mengakui sesuatu yang Maha lebih dari dirinya.Inilah yang membuat saya yakin, bahwa dibalik semua fenomena hidup ini ada Tuhan, dialah Allah SWT, sesuatu yang Maha besar dan Maha segalanya, yang tidak tertandingi oleh siapapun, dan bukan pula berwujud seorang manusia yang sama dengan kita.

No comments: