Zaman semakin canggih, teknologi menembus langit hingga ke langit ke tujuh. Manusia semakin pintar meng-akali agar hidupnya lebih mudah dan nyaman. Kuda dan pelana tergantikan oleh mobil, pesawat. Berkirim kabar tak sesulit dengan berkirim surat berhari2. SMS & email telah menggesernya. Pedang, bambu runcing tak lazim dikenal sebagai senjata peperangan Negara zaman ini, sebaliknya nuklir, tank2, senjata biologis kini merajai. Segala hal bisa diprediksi, solusi masalah bisa dicari. Namun semua kecanggihan itu tidak cukup untuk menghentikan makhluk bernama manusia tuk berdoa. Paling tidak bagi saya.
Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina. (QS. al-Mu'min, 40:60)
Doa itu adalah otaknya ibadah. (HR. Ibnu Hibban dan Tirmidzi)
Saat berdoa, saya minta pada Allah SWT ini dan itu. Kadang malu, apa pantas saya berdoa meminta Allah memenuhi keinginan saya? Jangan-jangan saya hanya ingat berdoa pada saat saya punya keinginan.
Kalau terpikir semua itu, rasanya ingin diam saja. Tidak mau meminta apa-apa. Tapi tetap saja saya tidak bisa berhenti berdoa dan meminta kepada Allah SWT. Tanpa saya sadari, berdoa sudah menjadi fitrah manusia. Manusia yg memiliki gharizah tadayyun(naluri mensucikan sesuatu), manusia yg lemah dan butuh akan sesuatu diluar dirinya. Berdoa kepada sesuatu yg disucikan guna menenangkan hati. Meminta pada-Nya yang terbaik bagi diri saya karena memang Dia-lah yang Maha Tahu apa-apa yang terbaik bagi makhluknya.
Berikut ini saya kutip dari Syariah Online mengenai adab berdoa:
1. Hendaknya makanan, tempat tinggal, pakaian, serta barang yang dimilikinya adalah halal.
2. Memanfaatkan waktu-waktu yang mulia: seperti hari Arafah, Ramadan, hari Jumat, dan waktu sahur.
3. Memanfaatkan kondisi-kondisi istimewa seperti saat shalat, saat hujan dsb.
4. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan.
5. Setelah selesai berdoa, mengusap wajah dengan kedua tangan.
6. Merendahkan suara: tidak keras dan tidak terlalu pelan.
7. Khusyu dan penuh penghayatan.
8. Berdoa dengan sepenuh hati dengan yakin bahwa doa tersebut akan dikabul.
9. Tidak tergesa-gesa dengan merasa doanya lambat dikabul.
10.Memulai doa dengan zikir kepada Allah dan salawat kepada Rasul saw. setelah didahului oleh pujian kepada-Nya. Demikian pula saat menutup doa.
Memerhatikan adab batin. Yaitu bertobat, taqarrub kepada-Nya, dan tidak menzalimi manusia.
Jangan lupa selalu berdoa ya !!! mintakan pada-NYA kepada Allah SWT..mintakan yg terbaik utk qt !!!!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment