Wednesday, 28 January 2009

Orang Bijak rumuskan tujuan Hidup....

Orang bijak bilang “Jangan melangkah sebelum merumuskan tujuan”. Kata-kata ini berlaku untuk hal apapun, termasuk berlaku dalam langkah kehidupan kita ini, kasarnya si orang bijak pengen bilang “Jangan hidup, kalo belom punya tujuan hidup”. Kata-kata yang terkesan arogan ini, tak lama menyentil diri sy yang punya prinsip hidup “Let it flows”. Duh…. sialnya, ketika tujuan hidup belum juga terumuskan, sy kini emang telah berada dalam sebuah alam yang namanya kehidupan, apa mungkin harus masuk perut ibu lagi, cuma karena belom merumuskan tujuan hidup. So, kini mao ga mao sy harus merumuskan tujuan hidup, sembari semuanya berjalan.
Wait……nanti dulu, ga dikira dan ga disangka, ternyata Dzat yg berada diluar jangkauan qt tlh memberikan qt akal untuk berfikir. Beruntunglah qt diciptakan sebagai manusia yang punya kemampuan untuk berpikir.
Kini, sekuat tenaga sy rumuskan tujuan hidup; mau jadi orang kaya, berpendidikan dan dipandang. Duh, banyak banget memang cita-cita manusia yang notabene ga pernah merasa puas ini. Tapi yang namanya cita-cita, kalo ga ada usaha perealisasian, yah pastinya nggak akan pernah terwujud (walaupun tetep aja, segala sesuatunya adalah mungkin bagi Allah SWT).
Cuma satu yang ga pernah sy orientasikan dalam hidup ini, padahal kata yang satu ini bukan lagi hal yang ga pasti seperti cita-cita setiap diri kita. Sebaliknya hal ini merupakan sesuatu yang pasti datang menghampiri kita dengan izinNya, sesuatu yang akan memisahkan kita dengan gemerlap dunia yang sangat kita cintai ini. Yup, kata itu adalah “Mati”. Kata “Mati” sepertinya emang dibenci banget sama kita-kita yang cinta dunia ini, tapi sekali lagi sebenci apapun kita terhadap mati, tetap saja kematian akan menghampiri setiap makhluk yang bernyawa, termasuk kita semua.
Terlebih, kematian adalah gerbang kehidupan kita yang abadi di akhirat kelak. Pada saat mati inilah, keabadian hidup akan singgah pada setiap diri kita. Kenikmatan surga nan abadi atau kekerasan neraka nan abadi. Setiap manusia yang berakal sehat pastinya akan menginginkan kehidupan surga kelak yang penuh dengan kelezatan dan kenikmatan, termasuk diri gw. Tapi sayang, pada faktanya ga semudah itu kita bisa mendapatkan kehidupan surga setelah mati.
Kini, sedikit demi sedikit tujuan hidup sy mulai terurai. Sbg manusia biasa yg berakal sehat tntunya sy menginginkan kehidupan surga setelah mati, untuk itu sy harus menjalani hal-hal dalam kehidupan ini yang akan mendekatkan diri sy pada tujuan tersebut, yaitu surga. (ingat kaidah kausalitas “sebab-akibat”)
Sekali lagi, Allah SWT telah memberikan akal kepada manusia, justru agar manusia bisa mengarungi kehidupan ini dengan pintar dan bijaksana sehingga mendapat surga di kehidupan abadi di akherat kelak. Pintar dan bijaksana artinya kita bisa memilah-milih aktivitas apa saja yang akan kita jalani dalam kehidupan ini yang sesungguhnya akan mendekatkan kita pada tujuan kita, bijaksana artinya dengan penuh kesadaran melakukan aktivitas-aktivitas yang akan membawa kita ke surga semata karena hal tersebut memang untuk kita, bukan untuk yang lain.

Ga terlalu sulit sebenernya untuk merumuskan tujuan hidup kita ini, apalagi dalam Islam sendiri, hal ini sangat mudah kita temukan. Kita (manusia) sesungguhnya diciptakan Allah hanya untuk beribadah (taat) kepadanya (Qs: 51:56), dan kelak akan ada hari pertanggung jawaban kita dengan Allah ats smua yg qt lakukan didunia. Pada saat itulah sebenernya kehidupan kita baru akan dimulai. Diawali dengan pertanggungan jawab kita kepada Dzat yang Maha Besar (Allah), sejauh mana misi hidup kita sebagai makhluk yang diciptakannya ke dunia -semata untuk taat- dapat tercapai. Bila saja ketaatan kita kepadaNya jauh melambung melebihi semua kejahatan dan kebodohan kita di dunia, sungguh beruntunglah kita, karena surga tak pelak di depan mata akan jd balasannya. Sebaliknya, neraka telah siap menghadang, apabila kemaksiatan kita terhadap perintah Allah SWT selama kehidupan melebihi sedikit ketaatan kita kepadaNya.

No comments: