Kenapa Harus Memilih Islam
Sesungguhnya sangat mudah untuk mengambil Islam sepenuhnya ketika seseorang telah benar-benar beriman kepada Allah SWT, bahwa Dia-lah pemegang jiwa kita, bahwa Dia yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan menjadi ada,bahwa Dia-lah yang Maha Tahu kebaikan untuk kita.
Ketika Allah katakan bahwa hanya Islam yang diridhoi di sisiNya, dan hanya Islam yang sempurna,Islam pembawa rahmat bagi semesta alam, maka sangat mudah seharusnya bagi kita untuk mengambil Islam secara total, tanpa pilah-pilih hukum Islam.
Selain itu, secara berfikir kita dapat temukan bahwa hanya Islam yang komprehensiv, Agama yang memiliki aturan hidup yang komplit. Tak ada satu halpun di dalam hidup ini, yang terlepas dari aturan Islam. Dari hal kecil, seperti tata cara bersin, sampai tata cara mengatur sebuah negara (sistem ekonomi, sistem pendidikan, sistem politik, dll) ada di dalam Islam. Dan sesungguhnya aturan yang diberikan Islam sungguh memanusiakan manusia, kita bisa melihat bagaimana Islam mengatur hubungan perempuan dan laki-laki. Sementara gaya hidup bebas membebaskan manusia untuk melakukan apapun (sex before married, pernikahan sejenis, phedophilia, dll) telah menjadikan manusia setara dengan hewan. Aturan-aturan Islam-pun telah secara fakta mendatangkan maslahat bagi manusia. Hal ini tidaklah aneh, dikarenakan Islam adalah buatan Allah SWT, Dzat yang Maha Tahu hakikat kebaikan bagi manusia. Dzat yang tidak memiliki kepentingan selain memberikan kebaikan bagi hambaNya.
Sungguh suatu ketakjuban, ketika membaca sebuah sejarah penerapan Islam secara total oleh sebuah negara, dimana seorang pemimpinnya pada saat itu (Umar bin Khatab) tidak pernah bisa tidur sebelum ia memastikan seluruh rakyatnya bisa tidur pulas dengan perut yang tidak lapar, hal ini membuat dirinya harus berkeliling/berpatroli ke setiap sudut kota untuk memastikan hal tersebut, hingga suatu waktu ia menemukan janda tua dan anaknya yang sedang merengek kelaparan, janda tua tersebut berkata: ia terpaksa membohongi anaknya dengan merebus air terus-menerus sampai anaknya tertidur dan lupa dengan rasa laparnya. Seketika itu pula Umar bin Khatab (pemimpin kaum muslimin) pada saat itu dengan ketinggian pemahaman Islam serta rasa takutnya kepada Allah, langsung pergi ke lumbung negara untuk mengambil sekarung gandum yang dipikulnya sendiri untuk diberikan kepada rakyatnya (si janda tua tadi), bahkan Umar tak segan untuk memasakkan gandum tersebut dan menghidangkannya bagi keluarga miskin itu sembari terus menangis akan kekhilafan dirinya sebagai pemimpin kaum muslimin. Kita juga bisa lihat, ketika Islam diterapkan secara total, tidak ada satu orangpun pada saat itu yang berhak menerima zakat. Artinya pengadopsian Islam dalam kehidupan saat itu telah menjadikan umat hidup makmur. Saat itu, ketika Islam diadopsi secara total oleh individu-individu muslim, masyarakat dan negara – telah menjadikan Negara tersebut berperadaban tinggi baik secara moral maupun ilmu pengetahuan. Ketinggian derajat bagi orang yang berilmu yang dijanjikan Islam,telah mendorong umat Islam pada saat itu untuk berlomba-lomba dalam hal keilmuan, kita banyak temukan disepanjang sejarah ilmuan-ilmuan Islam, yang tidak hanya faqih dalam bidang ilmu pengetahuan umum, tetapi juga faqih dalam hal agama, lihatlah Ibnu Sina (Bapak Kedokteran Pertama) yang juga seorang ahli fiqih (ahli hukum Islam).
Sementara Agama lain (Kristen, Katholik, Hindu, Budha) hanya berkutat dalam masalah-masalah ritual, sebaliknya Islam tidak hanya mengatur masalah ritual (hubungan manusia dengan Allah), tetapi Islam punya aturan komplit, yaitu (aturan yang mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri, contoh: hukum tentang akhlak, makanan, cara berpakaian, dll), (aturan yang mengatur interaksi manusia dengan manusia lain, contoh: Tata cara pergaulan, Ekonomi, Pendidikan, Politik, Pemerintahan, dll). Itulah mengapa saya jatuh hati pada ISLAM, namun yang pasti hal ini semata karena keyakinan saya kepada Allah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment