Islam!!! Mengekang atau menjaga perempuan ??
Pertama, kita seharusnya sepakat bahwa “Tidak ada agama yang sekomplit Islam”. Dengan menelaah hukum-hukum Islam lebih jauh, maka akan kita temukan bahwasanya hukum-hukum tersebut ada semata untuk menjaga derajat manusia tetap pada tempatnya sebagai makhluk Allah yang paling mulia. Termasuk hukum-hukum yang terkait dengan perempuan, sadarkah kita bahwa Islam sangat memuliakan perempuan. Ketika Rosululloh SAW ditanyakan siapa yang harus kita hormati? Rosululloh lantang menjawab: “Ibu, Ibu, Ibu, Ayah”.
Dari perkataan Rosululloh yang padanya -terdapat Suri Tauladan yang Baik dan tidak pernah berkata/bertindak kecuali berdasarkan wahyu yang diturunkan kepadanya- dapat kita lihat begitu Islam memuliakan perempuan. Aturan mengenai cara berpakaian perempuan yang dilihat orang awam terasa mengekang perempuan, justru sebenarnya telah begitu memuliakan diri seorang perempuan, memelihara aurat perempuan dari pandangan-pandangan yang diharamkan, menjaga perempuan dari tangan-tangan usil bin jahil. Kalaupun saat ini masih banyak perempuan yang merasakan hal ini sebagai pengekangan diri, semata dikarenakan kebodohannya akan hukum-hukum Islam dan terkotorinya dirinya dengan pemikiran-pemikiran asing yang serba bebas “permissive”.
Bahwasanya Islam melarang wanita melakukan perjalanan (safar) jauh tanpa disertai muhrimnya, tidak berarti Islam mengekang perempuan, justru hal ini merupakan aktivitas preventif/pencegahan yang ada dalam Islam, guna menghindari para muslimah dari hal-hal yang tidak diinginkan dan dalam rangka menjaga kehormatan seorang perempuan. Bahwasanya hukum Islam memerintahkan perempuan untuk menjadi Ibu dan pengatur rumah tangga, menjadi pihak yang dibebani untuk melahirkan, menyusui, seharusnya menjadikan kita berfikir betapa pentingnya peran seorang perempuan dan betapa tingginya kedudukan perempuan dalam Islam. Betapa Allah memberikan ladang pahala yang melimpah bagi perempuan.
Perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan yang telah ditetapkan Allah, bukan dikarenakan diskriminasi Allah. Tetapi semata karena kemaha luasan Ilmu Allah akan ciptaanNya. Terimalah hal ini sebagai Qadla Allah,pun hal ini tidak akan dipertanggung jawabkan di hadapan Nya, karena kita tidak pernah diberi kesempatan untuk memilih menjadi laki-laki atau perempuan, hal tersebut merupakan hak prerogatif Allah. Sebaliknya, keterikatan kita pada aturan-aturanNya lah yang akan dimintai pertanggungan jawab kelak. Karena pada sisi inilah kita mampu memilih untuk taat atau ingkar.
Selain itu perlu diingat, semua manusia adalah sama dihadapan Allah, hanya ketakwaan diri yang akan membedakannya dengan manusia yang lain.
Jadi, Islam mengekang atau menjaga perempuan??? Silahkan jujur
Ok, that’s all. Mohon maaf bila tidak menjawab pertanyaan !!!!!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment